Hukum Berat Pelaku Kekerasan

on Jumat, 31 Agustus 2012

Sumber            : KOMPAS
Edisi                : Selasa, 28 Agustus 2012
Halaman          : 1

RESUME :
Jajaran penegak hukum, baik kepolisian, kejaksaan, termasuk Mahkamah Agung harus menegakkan hukum secara tegas dan adil dalam kasus kekerasan yang terjadi di Sampang, Madura, Jawa Timur. Pelaku perlu dihukum berat. Kalau tidak tegas dan adil dapat memancing hal serupa di masa depan. Minggu pagi, warga kelompok Syiah di Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Sampang, diserang massa. Dua warga tewas, 6 orang terluka, dan 205 orang mengungsi serta 37 rumah dibakar. Pembakaran di lokasi yang sama juga terjadi pada 29 Desember 2011. Kasus kekerasan di Sampang sangat disesalkan. Negara seharusnya melindungi segenap bangsa Indonesia, baik komunitas kecil maupun besar, bukan malah melakukan pembiaran sesuai dengan tujuan  negara di dalam pembukaan UUD 1945.Pemimpin agama juga harus lebih intensif memberikan pemahaman kepada pengikutnya bahwa Islam tidak mengajarkan kekerasan.
Aksi kekerasan di Sampang menunjukkan negara gagal melindungi warga. Kekerasan bernuansa agama itu mengancam Pancasila dan Negara Kesatuan RI yang menjunjung tinggi keanekaragaman dan kebinekaaan. Berbagai pihak menyerukan agar pemerintah segera memulihkan keamanan dan memberikan jaminan perlindungan kepada kelompok Syiah. Persoalan yang melatarbelakangi konflik Sampang cukup kompleks di satu sisi berkaitan dengan keyakinan, tetapi di sisi lain merupakan konflik internal keluarga yang akhirnya bertautan. Karena masing-masing punya pengikut, terjadilah insiden tersebut.Untuk menyelesaikan kasus itu diperlukan pendekatan persuasif, penegakan peraturan, dan pemberian pemahaman agama.

OPINI SAYA :
Menurut saya, kasus kekerasan yang terjadi di Sampang untuk yang kedua kalinya ini merupakan kegagalan pemerintah dalam menjamin perlindungan bagi warganya. Kekerasan bahkan sampai membunuh merupakan tindakan tidak beradab. Kekerasan di Sampang merupakan kasus yang dipicu banyak faktor. Negara tidak hadir untuk mengantisipasi dan mencarikan jalan keluar secara tuntas. Kelemahan negara mendorong terjadi lagi kekerasan. Peran pemerintah sangat diperlukan agar kasus serupa tidak terulang di masa yang akan datang. Hukuman yang tegas dan membuat jera para pelaku perlu ditegakkan demi terciptanya ketentraman hidup masyarakat. Selain peran pemerintah, sikap toleransi sesama warga masyarakat sangat diperlukan, diharapkan warga lebih cerdas dalam menanggapi pemberitaan yang beredar dan tidak mudah terbakar isu. Peran pemimpin agama juga merupakan bagian penting dalam penyelesaian masalah ini. Islam adalah agama yang cinta damai, mengharamkan tindak kekerasan yang menganiaya sesama manusia. 

0 komentar:

Posting Komentar