Volume Sampah Depok Meningkat 30 Persen

on Jumat, 31 Agustus 2012


Rabu, 29 Agustus 2012

Selama libur Lebaran, volume sampah di Kota Depok, Jawa Barat, meningkat 30 persen daripada biasanya. Volume sampah di Depok biasanya sebanyak 1.200 meter kubik per hari.
Itu sebabnya, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok menambah intensitas pengangkutan sampah 400 meter kubik per hari. Namun, upaya ini masih belum cukup sebab tumpukan sampah di pemukiman di luar kapasitas tempat penampungan.
Sebagian warga membuang sampah di tempat pembuangan sampah liar. ”Beberapa tempat pembuangan sampah sudah kami tutup pada tahun lalu, sekarang warga memakainya lagi. Salah satunya di Jalan Raya Citayam yang berada di sisi timur jalan. Keberadaan sampah di sana sangat mengganggu pengguna jalan,” kata Kepala Bidang Kebersihan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok Rahmat Hidayat, Selasa (28/8), di Depok.
Menurut Rahmat, petugas sudah menempatkan kontainer penampung sampah, kemarin. Petugas akan mengangkut tumpukan sampah di kontainer tersebut setiap hari. Lantaran menumpuk, petugas harus beberapa kali mengoperasikan mobil pengangkut sampah dari permukiman warga.
”Jadi persoalannya bukan karena petugas yang tidak bekerja. Mereka tetap masuk walaupun Lebaran. Mereka hanya libur pada tanggal 19 Agustus. Kemudian masuk lagi bekerja seperti biasa. Tumpukan sampah di mana-mana karena volumenya yang meningkat dari biasanya,” katanya.
Rahmat mengatakan, puncak peningkatan volume sampah terjadi pada saat malam takbiran, yang mencapai 1.500 kubik. Namun, dia yakin tumpukan sampah di sejumlah tempat di Depok berangsur-angsur akan berkurang. Sebanyak 300 petugas pengangkut sampah akan terus bekerja setiap hari.
Any (32), warga Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, mengkritik pola penanganan sampah yang selama ini berjalan. Menurut dia, harus ada upaya mengolahnya sehingga tidak menjadi beban lingkungan tempat pembuangan sampah.
Pengolahan sampah seperti ini baru berjalan di sejumlah tempat, salah satunya di Perumahan Griya Lembah Depok, Kecamatan Sukmajaya. Warga setempat mendirikan bank sampah dan mengolahnya secara swadaya.
Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok Ulis Sumardi mengakui, persoalan sampah di Depok terjadi dari hulu hingga hilir. (NDY)

SOLUSI :
Sampah merupakan konsekuensi dari adanya aktivitas manusia. Peningkatan jumlah penduduk dan gaya hidup  sangat berpengaruh pada volume sampah yang dihasilkan. Gaya hidup perkotaan yang cenderung konsumtif biasanya akan menghasilkan volume sampah yang lebih besar. Apalagi di momentum lebaran, dimana tingkat konsumsi masyarakat dalam keadaan sangat tinggi. Kesadaran masyarakat akan kebersihan merupakan hal yang sangat penting. Seperti yang diberitakan di atas, bahwa masyarakat Depok bahkan membuang sampah rumah tangga ke tempat penampungan sampah yang telah ditutup. Hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat akan kebersihan. Penumpukan sampah dapat dikurangi dengan melakukan hal-hal berikut :
1.      Kurangilah penggunaan barang atau material yang kita pergunakan. Karena semakin banyak kita menggunakan material semakin banyak pula sampah yang dihasilkan.
2.      Manfaatkanlah barang-barang yang masih bisa digunakan
3.      Mendaur ulang sampah
4.      Pemilahan sampah menjadi sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik dapat dijadikan pupuk kompos.

Selain hal-hal di atas, volume sampah dapat dikurangi dengan pengolahan sampah secara swadaya seperti yang dilakukan oleh masyarakat di Perumahan Griya Lembah Depok. Pada prinspnya pengelolaan sampah haruslah dilakukan sedekat mungkin dengan sumbernya.


0 komentar:

Posting Komentar