Kasus Kebakaran di Ibu Kota Perlu Perhatian Serius

on Jumat, 31 Agustus 2012

Sumber            : KOMPAS
Edisi                : Selasa, 28 Agustus 2012 
Halaman          : 1

RESUME :
Terhitung sejak 1 Januari hingga 26 Agustus 2012 sudah terjadi 662 kebakaran di Jakarta. Kasus kebakaran itu terjadi di Jakarta Timur (177), Jakarta Barat (143), Jakarta Utara (127), Jakarta Selatan (126), dan Jakarta Pusat (89). Dari 662 kasus itu, 443 kasus di antaranya disebabkan oleh listrik, 66 kasus oleh kompor, 27 kasus oleh puntung rokok, dan lainnya 126 kasus. Sebanyak 206 kasus terjadi pada siang hari, 179 kasus pada malam hari, 140 kasus pada pagi hari, dan 137 kasus selepas tengah malam atau dini hari. Kebakaran menyebabkan 31 orang meninggal, 73 orang luka- luka, dan 12 petugas terluka. Selain itu, 4.615 keluarga atau 16.513 jiwa kehilangan tempat tinggal sehingga harus mengungsi.Kerugian material akibat kebakaran mencapai Rp 204,169 miliar. Tercatat 304 rumah terbakar, usaha umum dan perdagangan 154 unit, industri 12 unit, kendaraan 62 unit, dan lainnya 130 unit.
Banyak kebakaran terjadi di permukiman yang tumbuh di tanah yang bukan milik mereka. Ada yang salah dalam tata kelola permukiman. Bangunan permukiman yang didirikan banyak yang tidak memenuhi standar. Adanya pencurian listrik juga berpengaruh terhadap banyaknya kebakaran. Jakarta sebagai ibu kota negara dapat dikatakan gagal dalam mengendalikan  dan mengelola lingkungan. Kasus kebakaran di Jakarta mengalami peningkatan  justru setelah Operasi Ketupat. Namun disinyalir ada unsur pembiaran terhadap kondisi tersebut. Harus ada langkah tegas untuk memutus mata rantai kebakaran selama ini, hal ini dapat dilakukan dengan memperjelas kepemilikan tanah di lokasi rawan kebakaran, menyediakan peralatan listrik sesuai standar, merampungkan berbagai persoalan lain seperti lingkungan yang lebih hijau dan ketersediaan air bagi penduduk.

OPINI SAYA :
Kebakaran yang terjadi di Jakarta akhir-akhir ini seringkali dikaitkan dengan momentum pilkada yang akan dilaksanakan beberapa saat mendatang. Namun, dengan menghiraukan momentum pilkada, kasus-kasus kebakaran di Jakarta memanglah harus menjadi perhatian khusus pemerintah karena menyangkut kehidupan masyarakat banyak. Selain menyebabkan kerugian yang besar, kebakaran juga menyebabkan penderitaan bagi korban-korbannya.
Berdasarkan data yang disebutkan diatas bahwa penyebab utama kebakaran adalah hubungan arus pendek listrik di pemukiman yang padat. Hal ini disebabkan oleh jaringan instalasi listrik yang tidak sesuai standard dan maraknya pencurian listrik. Menurut saya langkah yang perlu dilakukan pemerintah adalah dengan memperbaiki tata kelola pemukiman. Dimulai dengan memperjelas kepemilikan tanah, mendirikan rusun, menyediakan instalasi listrik yang sesuai dengan standar keamanan. Diharapkan dengan keseriusan pemerintah Jakarta untuk menanggulangi kebakaran dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain keseriusan pemerintah, hal lain yang tak kalah pentingnya adalah kesadaran masyarakat. Kesadaran masyarakat untuk hidup sesuai dengan kaidah dan peraturan yang ditetapkan untuk keamanan hidup bersama.

0 komentar:

Posting Komentar